Welcome Screen

Kamis, 05 Januari 2012

ASP

          ASP atau Active Server Pages adalah produk server-side scripting yang dikeluarkan oleh Microsoft Corporation. ASP merupakan sebuah script yang berbasis Server Side artinya seluruh proses aplikasi dikerjakan sepenuhnya didalam server. Sehingga seorang programmer web atau developer web membutuhkan sebuah web server untuk menjalankan script Active Server Pages (ASP) Terdapat beberapa perbedaan antara ASP dengan server-side scripting lainnya, diantaranya :
- Lisensi, seperti yang diketahui ASP adalah bersifat proprietary.
- Distribusi, ASP hanya dapat dijalankan di sistem operasi windows dengan IIS yang terinstall didalamnya, Walaupun dapat dijalankan di linux/unix dengan Chilisoft ASP, tidak dapat selancar bila di windows.
- Penggunaan COM object yang kental, salah satu keunggulan ASP adalah kekayaannya dalam integrasi dengan COM Object dalam kinerjanya.
- Dapat berkolaborasi dengan script lainnya, seperti VBScript, JScript, PerlScript, PyhonScript, dan lainnya.
- Dominan memakai ADO dalam konektivitas databasenya.

Dalam perkembangannya, saat ini ASP sudah mengimplementasikan konsep .NET didalamnya. Berikut adalah sejarah singkat dari perkembangan ASP :
- ASP version 1.0 (distributed with IIS 3.0) , Desember 1996,
- ASP version 2.0 (distributed with IIS 4.0) , September 1997,
- ASP version 3.0 (distributed with IIS 5.0) , November 2000,
- ASP.NET version 1.0 (part of the Microsoft .NET platform) , Januari 2002
- ASP.NET version 1.1 , April 2003
- ASP.NET version 2.0 , November 7 2005)

Bagaimana membuat ASP
Dalam membuat komponen ActiveX untuk ASP perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
- Privilege atau hak akses. Jika komponen ActiveX perlu menjalankan suatu program, menghapus/membuat file dan kegiatan akses sistem lainnya, perlu konfigurasi privilege yang baik. Karena jika tidak maka akan terjadi penolakan hak akses dari sistem operasi.
- Run-time, pada saat eksekusi komponen ActiveX maka komponen tersebut akan diload oleh IIS Worker Process atau w3wp.exe. Maka bila terjadi kesalahan atau kondisi dimana komponen tidak respon, diperlukan penanganan seperti merestart service IIS guna membuka handle ke file ActiveX DLL tsb.
- Registrasi komponen, registrasi komponen dengan menggunakan tools regsvr32.exe diperlukan agar IIS dapat mengetahui komponen yang akan dijalankannya.
Registrasi dapat dilakukan dengan cara mengetikkan : regsvr32.exe [path/nama DLL] pada kotak Run dan untuk unregister komponen dengan cara : regsvr32.exe /u [path/nama DLL].

Kalkulator Servlet

Kalkulator servlet ini menggunakan kombinasi antara servlet dan jsp
1. Buatlah seb uah project baru, contohnya nama pwpcalculator_uas
2.. Pilihlah server Apache Tomcat 7.0.14.0 dan Java EE Versions  menggunakan Java EE 5, kemudian klik finish
MEMBUAT FILE JSP
23. Buatlah file calculator.jsp dengan cara klik kanan pada project -> New -> JSP, kemudian isikan nama file, kemudian klik finish
 4. Lalu ubah title .jsp pada tag , lalu tuliskan script berikut pada tag calculator.jsp:
5. Kemudian tuliskan syntax berikut ini pada tag :
                                                             MEMBUAT FILE SERVLET
      6. Setelah kita membuat calculator.jsp, lalu buat file servlet misalnya dengan nama MainServlet, caranya klik kanan pada project lalu pilih servlet. Lalu kita beri nama package servlet tersebut misalnya Servlet lalu klik next, kemudian biarkan saja default file tersebut dan klik finish
        7. Pada servlet tersebut , kita hapus syntax pada processRequest:

1. Lalu kita ganti dengan syntax berikut:
                 9. Masih di file servlet, buka web.xml lalu klik tab pages dan ubah Welcome Files menjadi nama servlet kita (MainServlet) 10. Setelah itu klik kanan pada project, pilih Clean and Build: 11. Setelah itu run project kita , klik kanan pada project kemudian pilih run 12. Hasil Kalkulator yang telah dibuat

XML

         XML (eXtended Markup Language) adalah bahasa markup yang digunakan untuk menyimpan data (tidak ada program) dan tidak tergantung dengan tools tertentu (seperti editor, dbms, compiler, dsb). Jika demikian, Lalu digunakan untuk apa dokumen XML ini?

XML adalah merupakan suatu bahasa Markup. Markup yaitu bahasa yang berisikan kode-kode berupa tanda-tanda tertentu dengan aturan tertentu untuk memformat dokumen teks dengan tag sendiri agar dapat dimengerti.

Perbedaan antara XML dan HTML
Perlu di ingat bahwa:

XML bukan merupakan pengganti HTML.
XML dan HTML yang dirancang dengan tujuan yang berbeda:
XML dirancang untuk transportasi dan menyimpan data, dengan fokus pada apa data.
HTML dirancang untuk menampilkan data, dengan fokus pada bagaimana data terlihat.

HTML adalah tentang menampilkan informasi, sedangkan XML adalah membawa informasi tentang.

Keuntungan XML
- Ekstensibilitas : dapat ditukar/digabung dengan dokumen XML lain
- Memungkinkan pemrograman yang lebih baik:
maka dibuat suatu software pengolah XML
- Memisahkan data dan presentasi. Yang akan direpresentasikan dalam XML dan XSLT
- Pencarian data cepat karena XML merupakan data dalam format yang terstruktur
- Plain Text dan platform independent
- Untuk pertukaran data

Dokumen XML dapat digunakan untuk berbagai macam tujuan, seperti:
- Sebagai penyimpan data (database) yang mudah dibaca oleh user karena disimpan dalam bentuk teks.
- Standard transfer data, dapat digunakan untuk pengiriman data transaksi antar perusahaan, atau mentransfer data dari DBMS yang berbeda (mis: Oracle ke SQL Server).
- Sebagai acuan membuat bahasa baru, seperti WML (Wireless Markup Language) yang digunakan pada mobile device dengan protokol WAP, atau VoiceXML yang digunakan sebagai bahasa markup untuk pengenalan suara, dialog, aplikasi interaksi respon suara maupun DTMF (seperti aplikasi pengisian pulsa atau call center), dan sebagainya.
- Sebagai file konfigurasi, di Java dokumen-dokumen XML sering kita jumpai seperti file server.xml dan web.xml yang digunakan Tomcat, atau perintah-perintah query yang disimpan dalam file XML yang dipakai pada framework iBatis atau Hibernate.

Sejauh mana perkembangannya?XML menjadi dasar dari beberapa bahasa markup yang telah sedang berkembang sampai saat ini, seperti: XHTML (perbaikan dari HTML), VoiceXML (bahasa untuk aplikasi suara, telepon), XForms (form pada web yang dapat digunakan pada berbagai macam jenis browser, seperti: desktop, PDA , handphone, kertas), XPath, XPointer, XSL dan XSLT (transformasi dan presentasi XML).

XHTML

        XHTML adalah sebuah kombinasi dari HTML dan XML (EXtensible Markup Language). XHTML atau EXtensible HyperText Markup Language merupakan bentuk sempurna (dalam arti, lebih ketat dan bersih dibanding HTML). Tujuan XHTML adalah menggantikan HTML. XHTML adalah bentuk HTML yang didefinisikan sebagai aplikasi XML yang berarti XHTML berisi semua elemen dalam HTML 4.01 dikombinasikan dengna sintaks XML.
Dalam situs-situs di WWW banyak halam web ditulis dengan HTML yang “kurang baik”. Artinya, penulisan tidak sesuai dengan aturan, melainkan hanya sekedar menampilkan apa yang dibuat. Berikut contoh skrip yang “jelek”, karena <h1> tidak ditutup dengan </h1>
<html>
<head>
<title>Contoh HTML kurang bagus</title>
<body>
<h1> HTML kurang baik
</body>
XML adalah markup language dimana semua harus dibuat secara benar sehingga dapat menghasilkan dokumen yang “well-formed”. XML didesain untuk mendiskripsikan data, sedangkan HTML didesain untuk menampilkan data. Perkembangan teknologi browser, dimana browser tidak hanya berada di komputer, tetapi juga dalam telepon seluler dan PDA, memunculkan kebutuhan akan sebuah skrip yang standar dan bebas dari kesalahan.
Kombinasi HTML dan XML yang dikenal dengan XHTML menggunakan aturan yang ketat dalam hal penulisan. Halaman XHTML dapat dibaca pada peralatan yang men-support XML. XML membawa keberuntungan karena dapat menyajikan dokumen “well-formed” dan dapat di-support di banyak browser.

Javascript

            JavaScript adalah bahasa pemrograman ditafsirkan bahwa sebagian besar digunakan untuk mengubah halaman web statis menjadi halaman dinamis dan interaktif setelah web browser telah selesai men-download sebuah halaman web. Misalnya, jam ditampilkan pada halaman yang update sendiri untuk menunjukkan waktu saat ini pada komputer pengguna. Desain JavaScript dipengaruhi oleh banyak bahasa pemrograman, termasuk C, tetapi dimaksudkan untuk lebih digunakan oleh non-programmer. JavaScript tidak didasarkan pada atau terkait ke Java, ini adalah kesalahpahaman umum. JavaScript seringkali disertakan dalam file HTML atau link dari file HTML dan dijalankan secara lokal oleh web browser. Ini berarti bahwa server bebas untuk mengerjakan sesuatu yang lain daripada pemrosesan instruksi untuk setiap klien. Hal ini telah membuat JavaScript pilihan yang lebih populer daripada bahasa yang memerlukan server untuk melakukan pengolahan.
Beberapa contoh menggunakan adalah:
  • berputar atau bergulir teks.
  • membuat bagian dari suatu bentuk terlihat atau tidak terlihat. Sebagai contoh, dalam sebuah formulir pemesanan, jika pengguna kutu kotak centang "menyampaikan kepada alamat yang berbeda", bagian ekstra dengan kotak teks dengan streetname pengiriman, nomor, dan tempat dapat dibuat terlihat.
  • drop down menu.
  • mengambil informasi tambahan dari server (Ajax) untuk sebagian me-refresh halaman.
  • memvalidasi input pengguna pada formulir.
  • perhitungan tanpa perlu kembali ke server.
  • menentukan jenis browser.
jelas beberapa informasi dari jenis tertentu dari pengguna, seperti alamat email dari bot.
Bahasa server-side seperti PHP atau Perl adalah cara terbaik untuk memodifikasi halaman sebelum loading, meskipun ada beberapa kasus Server-JavaScript (SJS). Tidak semua browser memiliki juru JavaScript (seperti browser hanya teks Lynx), atau menjalankan versi terbaru. Selain itu, beberapa pengguna mematikan kemampuan JavaScript dengan pilihan. Umumnya, halaman web harus menggunakan JavaScript untuk meningkatkan pengalaman pengguna, bukan bergantung padanya. Hal ini sering disebut sebagai degradasi anggun (yaitu jika pengguna telah dimatikan JavaScript, halaman harus selalu masih beban, menyajikan informasi yang sama tetapi tanpa fungsi tambahan yang disediakan oleh JavaScript.)

CSS

Cascading Style Sheets (CSS) adalah suatu bahasa stylesheet yang digunakan untuk mengatur tampilan suatu dokumen yang ditulis dalam bahasa markup. Penggunaan yang paling umum dari CSS adalah untuk memformat halaman web yang ditulis dengan HTML dan XHTML. Walaupun demikian, bahasanya sendiri dapat dipergunakan untuk semua jenis dokumen XML. Spesifikasi CSS diatur oleh World Wide Web Consortium (W3C).
    Keuntungan menggunakan CSS
  1. Memisahkan presentastion sebuah dokumen dari content document itu sendiri.
  2. Mempermudah dan Mempersingkat pembuatan dan pemeliharaan dokumen web
  3. Mempercepat proses rendering/pembacaan HTML.
    Namun dibalik kelebihan tersebut, ada juga kekuranganya yaitu tidak semua browser mengartikan kode CSS dengan cara yang sama. Jadi kadang-kadang, tampilan web dengan CSS terlihat baik di browser yang satu, tapi berantakan di browser yang lain. Jadi harus diperiksa tampilannya supaya terlihat baik di semua browser dan menambahkan kode-kode khusus browser tertentu jika memang dibutuhkan agar tampilan web terlihat baik di semua browser.
    Format penulisan CSS adalah selector { property: value }  dimana selector menunjukkan bagian mana yang hendak diatur / diformat, property untuk menunjukkan, bagian (properti) dari selector yang hendak diatur, sedangkan value adalah nilai dari pengaturannya.
    Cara penggunaan CSS pada dokumen ada 4 cara yaitu
1.Iniline CSS
Kode CSS dituliskan langsung ke dalam tag HTML yang ingin di format. Penulisan cara ini tidak memerlukan penulisan selector dalam kode CSS. Cara sebaiknya hanya digunakan jika mau memformat suatu elemen satu kali saja.
2.Embedded CSS
Anda bisa juga menempelkan kode CSS di antara tag <head> dan </head>. Penulisan CSS dengan cara ini diawali dengan tag <style> dan diakhiri dengan tag </style>.
3.External CSS
Kode CSS external di tulis dalam satu file terpisah yang disimpan dengan akhiran .css. Anda lalu perlu memanggil file CSS tersebut ke dalam semua halaman web yang anda buat. Dengan cara ini, anda hanya perlu memiliki satu set kode CSS yang digunakan untuk semua halaman web anda. Jadi ada dua langkah dalam pengimplementasian CSS dengan cara ini. Pertama buat satu file dengan teks editor, dan beri nama misalkan: style.css, lalu tuliskan kode-kode css di dalam file tersebut. Kedua panggil file style.css dari semua halaman web. Caranya dengan memasukkan kode <link rel=”stylesheet” href=”style.css” type=”text/css”>, di antara tag <head> dan </head>
4.Import CSS
CSS juga dapat di-import ke dalam suatu halaman website menggunakan tag import seperti @import “style.css”; atau @import url(“style.css”);.
    Untuk membuat suatu tag memiliki format berbeda di tempat yang berbeda dapat memanfaatkan Class Selector, cara penulisannya adalah .nama-class {property:value;} sedangkan untuk implementasinya menggunakan taghtml.nama-class {Property:value;} .Jika anda ingin menggunakan class selector di luar kode HTML anda menggunakan tag <div class=nama-class> dan di akhiri dengan tag </div>.
Berikut penulisan CSS dengan Class Selector
.tengah {text-align:center;}
p.tengah {color:red;}
h1.kiri {color:blue;}
h1.tengah {color:black;}
Contoh implementasinya seperti dibawah ini
<div class=tengah>
<p>Teks tengah akan berwarna merah.</p>
<h1 > Tag H1 tengah akan berwarna hitam</h1>
</div>
<h1 class=kiri>Tag H1 kiri akan berwarna biru</h1>
Untuk mem-validasi CSS dapat dilakukan di http://jigsaw.w3.org/css-validator/ .
Info lebih lengkap tentang properti-properti yang tersedia di CSS bisa dilihat di http://xhtml.com/en/css/reference/ .
Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Cascading_Style_Sheets
http://www.belajarcss.com/panduan-css/
http://www.w3schools.com/css/

Servlet

Java Servlet

Servlet adalah sebuah API dalam pemrograman java yang mempermudah para developer untuk menambahkan konten-konten dinamis dalam sebuah web server yang mengimplementasikan platform java. Spesifikasi Servlet dibuat oleh Sun Microsystem. Hingga 10 Mei 2006, versi dari spesifikasi Servlet sudah sampai versi 2.5.
Konten yang dihasilkan dari Servlet API ini pada umumnya berupa HTML, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk menghasilkan konten XML dan konten-konten yang lain. Servlet sendiri dibuat untuk menandingi teknologi-teknologi konten web yang dinamis lainnya seperti PHP, CGI, ASP.NET.

Servlet API terdapat didalam javax.servlet package. Dalam sebuah Web Server, Servlet berinteraksi dengan sebuah Web Container, dimana Web Container ini bertanggung jawab penuh terhadap daur hidup, pemetaan URL terhadap Servlet tertentu lainnya.
Servlet sendiri sebenarnya adalah sebuah object (dari class interface) yang menerima request, kemudian menggenerate response berdasarkan request yang diterima tadi. Sedangkan untuk spesifik HTTP, disediakan sub-class dari Servlet, yaitu HttpServlet yang didalamnya terdapat juga obyek untuk manajemen session. Sedangkan daur hidup dari sebuah Servlet sendiri ada 4 state yaitu:
  1. Pada saat startup, class-class Servlet di load dalam Web Container..
  2. Web Container kemudian memanggil method init(). Method ini yang bertugas menginisialisasi Servlet dan harus dipanggil sebelum Servlet melayani requests. Method init() ini hanya dipanggil sekali. Setelah method init() dipanggil, barulah Servlet bisa melayani requests.
  3. Seteiap request yang masuk dilayani dan ditangani oleh thread yang berbeda. Web Container memanggil method service() untuk setiap reqeust yang masuk. Method ini menetukan jenis request yang masuk, kemudian menentukan method mana yang akan menghandle request tersebut.
  4. State terakhir adalah ketika Web Container memanggil method destroy(). Method ini menyerupai method init(), hanya dipanggil sekali, dan menandakan bahwa sudah tidak ada lagi layanan dari Servlet.
ServletContext hanya ada satu di setiap aplikasi, dan dapat digunakan oleh semua Servlet yang terlibat di aplikasi tersebut. Di sisi lain, masing-masing Servlet tadi memiliki ServletConfig sendiri-sendiri. ServletConfig ini menyediakan inisialisasi parameter untuk Servlet tersebut.