Welcome Screen

Tampilkan postingan dengan label Praktikum Pemrograman Web. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Praktikum Pemrograman Web. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Januari 2012

AJAX

           AJAX adalah singkatan dari Asynchronous JavaScript And XML. AJAX bukan merupakan bahasa pemrograman baru, tetapi merupakan teknik yang membuat aplikasi web kita menjadi lebih baik, lebih cepat dan lebih interaktif.
Jika anda pengguna Yahoo!Mail atau GMail atau pengguna blog di wordpress ini, semuanya sudah dibuat dengan teknik AJAX. Dengan menggunakan AJAX maka script yang berjalan disisi client (JavaScript) bisa berkomunikasi langsung dengan server tanpa merefresh ulang keseluruhan halaman yang ada. Jadi JavaScript yang berjalan disisi client bisa menjalankan script disisi server secara background (script di sisi server bisa berupa ASP, PHP, JSP dll).
Contoh mudah : Misalnya ada form HTML yang dipakai untuk registrasi user, dimana ada kolom propinsi yang berupa pilihan (combobox), propinsi ini tergantung dari Negara yang dipilih sebelumnya. Pada saat user memilih Negara, maka ada script JavaScript yang diexecute untuk membaca ke server list dari propinsi yang ada di negara yang dipilih (secara background), setelah ketemu akan mengembalikan nilai yang akan menjadi pilihan propinsi.
AJAX sebenarnya menggunakan teknologi yang sudah ada : JavaScript, HTML, DHTML, CSS dan XML. Jika anda sudah terbiasa menggunakan DHTML, bagaimana membuat layer menggunakan <span>, <div>, menggunakan innerHTML atau outerHTML, maka teknologi seperti itu juga akan dipakai dalam AJAX. Dimana setelah JavaScript mendapatkan data dari server, maka data tersebut harus dilempar ke client melalui object2 yang sudah kita definisikan sebelumnya (menggunakan <span> atau ,<div>)
AJAX menggunakan HTTP Request
Dalam aplikasi JavaScript tradisional, jika anda ingin mendapatkan informasi dari database (di sisi server) maka anda harus membuat HTML form dan mengirimnya ke server (pakai method POST atau GET). Setelah form kita isi dan click ‘submit’ maka informasi yang kita masukkan akan dikirim ke server, diproses oleh server script dan halaman HTML baru akan di load beserta data yang diinginkan. Server selalu mengembalikan keseluruhan halaman setiap user submit data. Disinilah yang menyebabkan pemborosan sehingga aplikasi web terasa lambat.
Dengan menggunakan object yang ada di JavaScript yaitu XMLHTTPRequest, maka proses request ke server ini bisa dilakukan oleh JavaScript secara langsung. JavaScript ini bisa ditriger dari user input misalnya onchange, onclick, onkeyup, onmousedown dll. Sehingga bisa jadi user tidak tahu kalau JavaScript sudah request ke server sebelum user submit. Hal ini sangat berguna saat ada diperlukan validasi ke server sebelum user submit form secara keseluruhan.
Google SuggestUntuk melihat contoh nyata dari AJAX adalah Google Suggest http://www.google.com/webhp?complete=1&hl=en, kalau kita menuliskan keyword maka goggle bisa langsung menghitung keyword tersebut ke database sebelum kita submit. Jadi disini pada tiap entri-an kita di keyword JavaScrypt jalan mengexecute script di server sehingga bisa menampilkan/menghitung jumlah keyword tersebut di database. Atau kalau anda punya Account BLOGGER disitu pada saat saat kita edit tulisan/draft secara periodik hasil yang kita tulis langsung tersimpan di server tanpa harus click tombol Simpan/Save.
Kuncinya adalah object XMLHttpRequest, karena dengan menggunakan object ini dari javascript, maka request data ke server dapat dilakukan tanpa mengirimkan keseluruhan halaman. XMLHttpRequest sudah disupport dalam Internet Explorer 5.0+, Safaru 1.2, Mozilla 1.0/Firefox, Opera 8+ dan Netscape 7.

ASP

          ASP atau Active Server Pages adalah produk server-side scripting yang dikeluarkan oleh Microsoft Corporation. ASP merupakan sebuah script yang berbasis Server Side artinya seluruh proses aplikasi dikerjakan sepenuhnya didalam server. Sehingga seorang programmer web atau developer web membutuhkan sebuah web server untuk menjalankan script Active Server Pages (ASP) Terdapat beberapa perbedaan antara ASP dengan server-side scripting lainnya, diantaranya :
- Lisensi, seperti yang diketahui ASP adalah bersifat proprietary.
- Distribusi, ASP hanya dapat dijalankan di sistem operasi windows dengan IIS yang terinstall didalamnya, Walaupun dapat dijalankan di linux/unix dengan Chilisoft ASP, tidak dapat selancar bila di windows.
- Penggunaan COM object yang kental, salah satu keunggulan ASP adalah kekayaannya dalam integrasi dengan COM Object dalam kinerjanya.
- Dapat berkolaborasi dengan script lainnya, seperti VBScript, JScript, PerlScript, PyhonScript, dan lainnya.
- Dominan memakai ADO dalam konektivitas databasenya.

Dalam perkembangannya, saat ini ASP sudah mengimplementasikan konsep .NET didalamnya. Berikut adalah sejarah singkat dari perkembangan ASP :
- ASP version 1.0 (distributed with IIS 3.0) , Desember 1996,
- ASP version 2.0 (distributed with IIS 4.0) , September 1997,
- ASP version 3.0 (distributed with IIS 5.0) , November 2000,
- ASP.NET version 1.0 (part of the Microsoft .NET platform) , Januari 2002
- ASP.NET version 1.1 , April 2003
- ASP.NET version 2.0 , November 7 2005)

Bagaimana membuat ASP
Dalam membuat komponen ActiveX untuk ASP perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
- Privilege atau hak akses. Jika komponen ActiveX perlu menjalankan suatu program, menghapus/membuat file dan kegiatan akses sistem lainnya, perlu konfigurasi privilege yang baik. Karena jika tidak maka akan terjadi penolakan hak akses dari sistem operasi.
- Run-time, pada saat eksekusi komponen ActiveX maka komponen tersebut akan diload oleh IIS Worker Process atau w3wp.exe. Maka bila terjadi kesalahan atau kondisi dimana komponen tidak respon, diperlukan penanganan seperti merestart service IIS guna membuka handle ke file ActiveX DLL tsb.
- Registrasi komponen, registrasi komponen dengan menggunakan tools regsvr32.exe diperlukan agar IIS dapat mengetahui komponen yang akan dijalankannya.
Registrasi dapat dilakukan dengan cara mengetikkan : regsvr32.exe [path/nama DLL] pada kotak Run dan untuk unregister komponen dengan cara : regsvr32.exe /u [path/nama DLL].

Kalkulator Servlet

Kalkulator servlet ini menggunakan kombinasi antara servlet dan jsp
1. Buatlah seb uah project baru, contohnya nama pwpcalculator_uas
2.. Pilihlah server Apache Tomcat 7.0.14.0 dan Java EE Versions  menggunakan Java EE 5, kemudian klik finish
MEMBUAT FILE JSP
23. Buatlah file calculator.jsp dengan cara klik kanan pada project -> New -> JSP, kemudian isikan nama file, kemudian klik finish
 4. Lalu ubah title .jsp pada tag , lalu tuliskan script berikut pada tag calculator.jsp:
5. Kemudian tuliskan syntax berikut ini pada tag :
                                                             MEMBUAT FILE SERVLET
      6. Setelah kita membuat calculator.jsp, lalu buat file servlet misalnya dengan nama MainServlet, caranya klik kanan pada project lalu pilih servlet. Lalu kita beri nama package servlet tersebut misalnya Servlet lalu klik next, kemudian biarkan saja default file tersebut dan klik finish
        7. Pada servlet tersebut , kita hapus syntax pada processRequest:

1. Lalu kita ganti dengan syntax berikut:
                 9. Masih di file servlet, buka web.xml lalu klik tab pages dan ubah Welcome Files menjadi nama servlet kita (MainServlet) 10. Setelah itu klik kanan pada project, pilih Clean and Build: 11. Setelah itu run project kita , klik kanan pada project kemudian pilih run 12. Hasil Kalkulator yang telah dibuat

XML

         XML (eXtended Markup Language) adalah bahasa markup yang digunakan untuk menyimpan data (tidak ada program) dan tidak tergantung dengan tools tertentu (seperti editor, dbms, compiler, dsb). Jika demikian, Lalu digunakan untuk apa dokumen XML ini?

XML adalah merupakan suatu bahasa Markup. Markup yaitu bahasa yang berisikan kode-kode berupa tanda-tanda tertentu dengan aturan tertentu untuk memformat dokumen teks dengan tag sendiri agar dapat dimengerti.

Perbedaan antara XML dan HTML
Perlu di ingat bahwa:

XML bukan merupakan pengganti HTML.
XML dan HTML yang dirancang dengan tujuan yang berbeda:
XML dirancang untuk transportasi dan menyimpan data, dengan fokus pada apa data.
HTML dirancang untuk menampilkan data, dengan fokus pada bagaimana data terlihat.

HTML adalah tentang menampilkan informasi, sedangkan XML adalah membawa informasi tentang.

Keuntungan XML
- Ekstensibilitas : dapat ditukar/digabung dengan dokumen XML lain
- Memungkinkan pemrograman yang lebih baik:
maka dibuat suatu software pengolah XML
- Memisahkan data dan presentasi. Yang akan direpresentasikan dalam XML dan XSLT
- Pencarian data cepat karena XML merupakan data dalam format yang terstruktur
- Plain Text dan platform independent
- Untuk pertukaran data

Dokumen XML dapat digunakan untuk berbagai macam tujuan, seperti:
- Sebagai penyimpan data (database) yang mudah dibaca oleh user karena disimpan dalam bentuk teks.
- Standard transfer data, dapat digunakan untuk pengiriman data transaksi antar perusahaan, atau mentransfer data dari DBMS yang berbeda (mis: Oracle ke SQL Server).
- Sebagai acuan membuat bahasa baru, seperti WML (Wireless Markup Language) yang digunakan pada mobile device dengan protokol WAP, atau VoiceXML yang digunakan sebagai bahasa markup untuk pengenalan suara, dialog, aplikasi interaksi respon suara maupun DTMF (seperti aplikasi pengisian pulsa atau call center), dan sebagainya.
- Sebagai file konfigurasi, di Java dokumen-dokumen XML sering kita jumpai seperti file server.xml dan web.xml yang digunakan Tomcat, atau perintah-perintah query yang disimpan dalam file XML yang dipakai pada framework iBatis atau Hibernate.

Sejauh mana perkembangannya?XML menjadi dasar dari beberapa bahasa markup yang telah sedang berkembang sampai saat ini, seperti: XHTML (perbaikan dari HTML), VoiceXML (bahasa untuk aplikasi suara, telepon), XForms (form pada web yang dapat digunakan pada berbagai macam jenis browser, seperti: desktop, PDA , handphone, kertas), XPath, XPointer, XSL dan XSLT (transformasi dan presentasi XML).

XHTML

        XHTML adalah sebuah kombinasi dari HTML dan XML (EXtensible Markup Language). XHTML atau EXtensible HyperText Markup Language merupakan bentuk sempurna (dalam arti, lebih ketat dan bersih dibanding HTML). Tujuan XHTML adalah menggantikan HTML. XHTML adalah bentuk HTML yang didefinisikan sebagai aplikasi XML yang berarti XHTML berisi semua elemen dalam HTML 4.01 dikombinasikan dengna sintaks XML.
Dalam situs-situs di WWW banyak halam web ditulis dengan HTML yang “kurang baik”. Artinya, penulisan tidak sesuai dengan aturan, melainkan hanya sekedar menampilkan apa yang dibuat. Berikut contoh skrip yang “jelek”, karena <h1> tidak ditutup dengan </h1>
<html>
<head>
<title>Contoh HTML kurang bagus</title>
<body>
<h1> HTML kurang baik
</body>
XML adalah markup language dimana semua harus dibuat secara benar sehingga dapat menghasilkan dokumen yang “well-formed”. XML didesain untuk mendiskripsikan data, sedangkan HTML didesain untuk menampilkan data. Perkembangan teknologi browser, dimana browser tidak hanya berada di komputer, tetapi juga dalam telepon seluler dan PDA, memunculkan kebutuhan akan sebuah skrip yang standar dan bebas dari kesalahan.
Kombinasi HTML dan XML yang dikenal dengan XHTML menggunakan aturan yang ketat dalam hal penulisan. Halaman XHTML dapat dibaca pada peralatan yang men-support XML. XML membawa keberuntungan karena dapat menyajikan dokumen “well-formed” dan dapat di-support di banyak browser.

Javascript

            JavaScript adalah bahasa pemrograman ditafsirkan bahwa sebagian besar digunakan untuk mengubah halaman web statis menjadi halaman dinamis dan interaktif setelah web browser telah selesai men-download sebuah halaman web. Misalnya, jam ditampilkan pada halaman yang update sendiri untuk menunjukkan waktu saat ini pada komputer pengguna. Desain JavaScript dipengaruhi oleh banyak bahasa pemrograman, termasuk C, tetapi dimaksudkan untuk lebih digunakan oleh non-programmer. JavaScript tidak didasarkan pada atau terkait ke Java, ini adalah kesalahpahaman umum. JavaScript seringkali disertakan dalam file HTML atau link dari file HTML dan dijalankan secara lokal oleh web browser. Ini berarti bahwa server bebas untuk mengerjakan sesuatu yang lain daripada pemrosesan instruksi untuk setiap klien. Hal ini telah membuat JavaScript pilihan yang lebih populer daripada bahasa yang memerlukan server untuk melakukan pengolahan.
Beberapa contoh menggunakan adalah:
  • berputar atau bergulir teks.
  • membuat bagian dari suatu bentuk terlihat atau tidak terlihat. Sebagai contoh, dalam sebuah formulir pemesanan, jika pengguna kutu kotak centang "menyampaikan kepada alamat yang berbeda", bagian ekstra dengan kotak teks dengan streetname pengiriman, nomor, dan tempat dapat dibuat terlihat.
  • drop down menu.
  • mengambil informasi tambahan dari server (Ajax) untuk sebagian me-refresh halaman.
  • memvalidasi input pengguna pada formulir.
  • perhitungan tanpa perlu kembali ke server.
  • menentukan jenis browser.
jelas beberapa informasi dari jenis tertentu dari pengguna, seperti alamat email dari bot.
Bahasa server-side seperti PHP atau Perl adalah cara terbaik untuk memodifikasi halaman sebelum loading, meskipun ada beberapa kasus Server-JavaScript (SJS). Tidak semua browser memiliki juru JavaScript (seperti browser hanya teks Lynx), atau menjalankan versi terbaru. Selain itu, beberapa pengguna mematikan kemampuan JavaScript dengan pilihan. Umumnya, halaman web harus menggunakan JavaScript untuk meningkatkan pengalaman pengguna, bukan bergantung padanya. Hal ini sering disebut sebagai degradasi anggun (yaitu jika pengguna telah dimatikan JavaScript, halaman harus selalu masih beban, menyajikan informasi yang sama tetapi tanpa fungsi tambahan yang disediakan oleh JavaScript.)

CSS

Cascading Style Sheets (CSS) adalah suatu bahasa stylesheet yang digunakan untuk mengatur tampilan suatu dokumen yang ditulis dalam bahasa markup. Penggunaan yang paling umum dari CSS adalah untuk memformat halaman web yang ditulis dengan HTML dan XHTML. Walaupun demikian, bahasanya sendiri dapat dipergunakan untuk semua jenis dokumen XML. Spesifikasi CSS diatur oleh World Wide Web Consortium (W3C).
    Keuntungan menggunakan CSS
  1. Memisahkan presentastion sebuah dokumen dari content document itu sendiri.
  2. Mempermudah dan Mempersingkat pembuatan dan pemeliharaan dokumen web
  3. Mempercepat proses rendering/pembacaan HTML.
    Namun dibalik kelebihan tersebut, ada juga kekuranganya yaitu tidak semua browser mengartikan kode CSS dengan cara yang sama. Jadi kadang-kadang, tampilan web dengan CSS terlihat baik di browser yang satu, tapi berantakan di browser yang lain. Jadi harus diperiksa tampilannya supaya terlihat baik di semua browser dan menambahkan kode-kode khusus browser tertentu jika memang dibutuhkan agar tampilan web terlihat baik di semua browser.
    Format penulisan CSS adalah selector { property: value }  dimana selector menunjukkan bagian mana yang hendak diatur / diformat, property untuk menunjukkan, bagian (properti) dari selector yang hendak diatur, sedangkan value adalah nilai dari pengaturannya.
    Cara penggunaan CSS pada dokumen ada 4 cara yaitu
1.Iniline CSS
Kode CSS dituliskan langsung ke dalam tag HTML yang ingin di format. Penulisan cara ini tidak memerlukan penulisan selector dalam kode CSS. Cara sebaiknya hanya digunakan jika mau memformat suatu elemen satu kali saja.
2.Embedded CSS
Anda bisa juga menempelkan kode CSS di antara tag <head> dan </head>. Penulisan CSS dengan cara ini diawali dengan tag <style> dan diakhiri dengan tag </style>.
3.External CSS
Kode CSS external di tulis dalam satu file terpisah yang disimpan dengan akhiran .css. Anda lalu perlu memanggil file CSS tersebut ke dalam semua halaman web yang anda buat. Dengan cara ini, anda hanya perlu memiliki satu set kode CSS yang digunakan untuk semua halaman web anda. Jadi ada dua langkah dalam pengimplementasian CSS dengan cara ini. Pertama buat satu file dengan teks editor, dan beri nama misalkan: style.css, lalu tuliskan kode-kode css di dalam file tersebut. Kedua panggil file style.css dari semua halaman web. Caranya dengan memasukkan kode <link rel=”stylesheet” href=”style.css” type=”text/css”>, di antara tag <head> dan </head>
4.Import CSS
CSS juga dapat di-import ke dalam suatu halaman website menggunakan tag import seperti @import “style.css”; atau @import url(“style.css”);.
    Untuk membuat suatu tag memiliki format berbeda di tempat yang berbeda dapat memanfaatkan Class Selector, cara penulisannya adalah .nama-class {property:value;} sedangkan untuk implementasinya menggunakan taghtml.nama-class {Property:value;} .Jika anda ingin menggunakan class selector di luar kode HTML anda menggunakan tag <div class=nama-class> dan di akhiri dengan tag </div>.
Berikut penulisan CSS dengan Class Selector
.tengah {text-align:center;}
p.tengah {color:red;}
h1.kiri {color:blue;}
h1.tengah {color:black;}
Contoh implementasinya seperti dibawah ini
<div class=tengah>
<p>Teks tengah akan berwarna merah.</p>
<h1 > Tag H1 tengah akan berwarna hitam</h1>
</div>
<h1 class=kiri>Tag H1 kiri akan berwarna biru</h1>
Untuk mem-validasi CSS dapat dilakukan di http://jigsaw.w3.org/css-validator/ .
Info lebih lengkap tentang properti-properti yang tersedia di CSS bisa dilihat di http://xhtml.com/en/css/reference/ .
Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Cascading_Style_Sheets
http://www.belajarcss.com/panduan-css/
http://www.w3schools.com/css/

Servlet

Java Servlet

Servlet adalah sebuah API dalam pemrograman java yang mempermudah para developer untuk menambahkan konten-konten dinamis dalam sebuah web server yang mengimplementasikan platform java. Spesifikasi Servlet dibuat oleh Sun Microsystem. Hingga 10 Mei 2006, versi dari spesifikasi Servlet sudah sampai versi 2.5.
Konten yang dihasilkan dari Servlet API ini pada umumnya berupa HTML, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk menghasilkan konten XML dan konten-konten yang lain. Servlet sendiri dibuat untuk menandingi teknologi-teknologi konten web yang dinamis lainnya seperti PHP, CGI, ASP.NET.

Servlet API terdapat didalam javax.servlet package. Dalam sebuah Web Server, Servlet berinteraksi dengan sebuah Web Container, dimana Web Container ini bertanggung jawab penuh terhadap daur hidup, pemetaan URL terhadap Servlet tertentu lainnya.
Servlet sendiri sebenarnya adalah sebuah object (dari class interface) yang menerima request, kemudian menggenerate response berdasarkan request yang diterima tadi. Sedangkan untuk spesifik HTTP, disediakan sub-class dari Servlet, yaitu HttpServlet yang didalamnya terdapat juga obyek untuk manajemen session. Sedangkan daur hidup dari sebuah Servlet sendiri ada 4 state yaitu:
  1. Pada saat startup, class-class Servlet di load dalam Web Container..
  2. Web Container kemudian memanggil method init(). Method ini yang bertugas menginisialisasi Servlet dan harus dipanggil sebelum Servlet melayani requests. Method init() ini hanya dipanggil sekali. Setelah method init() dipanggil, barulah Servlet bisa melayani requests.
  3. Seteiap request yang masuk dilayani dan ditangani oleh thread yang berbeda. Web Container memanggil method service() untuk setiap reqeust yang masuk. Method ini menetukan jenis request yang masuk, kemudian menentukan method mana yang akan menghandle request tersebut.
  4. State terakhir adalah ketika Web Container memanggil method destroy(). Method ini menyerupai method init(), hanya dipanggil sekali, dan menandakan bahwa sudah tidak ada lagi layanan dari Servlet.
ServletContext hanya ada satu di setiap aplikasi, dan dapat digunakan oleh semua Servlet yang terlibat di aplikasi tersebut. Di sisi lain, masing-masing Servlet tadi memiliki ServletConfig sendiri-sendiri. ServletConfig ini menyediakan inisialisasi parameter untuk Servlet tersebut.

Senin, 05 Desember 2011

Joomla

Joomla adalah aplikasi website siap pakai yang biasa disebut cms (content management system) yang memudahkan kita untuk membangun sebuah website secara mendetail.
Joomla menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan menggunakan database MySQL. Joomla bisa berjalan pada sistem operasi windows maupun linux. Joomla memiliki banyak fitur dan aplikasi tambahan yang handal dan jika digabungkan akan membuat website kita menjadi lebih lengkap seperti layaknya website-website perusahaan besar.
Berikut adalah informasi lainnya yang mungkin Anda butuhkan :
Arsip Baru :
Arsip Lama :

JSP

JSP adalah suatu teknologi web berbasis bahasa pemrograman Java dan berjalan di Platform Java, serta merupakan bagian teknologi J2EE (Java 2 Enterprise Edition). JSP
Sangat sesuai dan tangguh untuk menangani presentasi di web. Sedangkan J2EE merupakan platform Java untuk pengembangan sistem aplikasi enterprise dengan dukungan API (Application Programming Inteface) yang lengkap dan portabilitas serta memberikan sarana untuk membuat suatu aplikasi yang memisahkan antara business logic (sistem), presentasi dan data.
JSP merupakan bagian dari J2EE dan khususnya merupakan komponen web dari aplikasi J2EE secara keseluruhan. JSP juga memerlukan JVM (Java Virtual Machine) supaya dapat berjalan, yang berarti juga mengisyaratkan keharusan menginstal Java Virtual Machine di server, dimana JSP akan dijalankan. Selain JVM, JSP juga memerlukan server yang disebut dengan Web Container.
Teknologi JSP menyediakan cara yang lebih mudah dan cepat untuk membuat halaman-halaman web yang menampilkan isi secara dinamik. Teknologi JSP didesain untuk membuat lebih mudah dan cepat dalam membuat aplikasi berbasis web yang bekerja dengan berbagai macam web server, application server, browser dan development tool.
Java Server Pages (JSP) adalah bahasa scripting untuk web programming yang bersifat server side seperti halnya PHP dan ASP. JSP dapat berupa gabungan antara baris HTML dan fungsi-fungsi dari JSP itu sendiri. Berbeda dengan Servlet yang harus dikompilasi oleh USER menjadi class sebelum dijalankan, JSP tidak perlu dikompilasi oleh USER tapi SERVER yang akan melakukan tugas tersebut. Makanya pada saat user membuat pertama kali atau melakukan modifikasi halaman dan mengeksekusinya pada web browser akan memakan sedikit waktu sebelum ditampilkan.

Rabu, 09 November 2011

PHP

          Pada awalnya PHP merupakan kependekan dari Personal Home Page (Situs personal). PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995. Pada waktu itu PHP masih bernama Form Interpreted (FI), yang wujudnya berupa sekumpulan skrip yang digunakan untuk mengolah data formulir dari web.
Selanjutnya Rasmus merilis kode sumber tersebut untuk umum dan menamakannya PHP/FI. Dengan perilisan kode sumber ini menjadi sumber terbuka, maka banyak pemrogram yang tertarik untuk ikut mengembangkan PHP.
Pada November 1997, dirilis PHP/FI 2.0. Pada rilis ini, interpreter PHP sudah diimplementasikan dalam program C. Dalam rilis ini disertakan juga modul-modul ekstensi yang meningkatkan kemampuan PHP/FI secara signifikan.
Pada tahun 1997, sebuah perusahaan bernama Zend menulis ulang interpreter PHP menjadi lebih bersih, lebih baik, dan lebih cepat. Kemudian pada Juni 1998, perusahaan tersebut merilis interpreter baru untuk PHP dan meresmikan rilis tersebut sebagai PHP 3.0 dan singkatan PHP diubah menjadi akronim berulang PHP: Hypertext Preprocessing.
Pada pertengahan tahun 1999, Zend merilis interpreter PHP baru dan rilis tersebut dikenal dengan PHP 4.0. PHP 4.0 adalah versi PHP yang paling banyak dipakai pada awal abad ke-21. Versi ini banyak dipakai disebabkan kemampuannya untuk membangun aplikasi web kompleks tetapi tetap memiliki kecepatan dan stabilitas yang tinggi.
Pada Juni 2004, Zend merilis PHP 5.0. Dalam versi ini, inti dari interpreter PHP mengalami perubahan besar. Versi ini juga memasukkan model pemrograman berorientasi objek ke dalam PHP untuk menjawab perkembangan bahasa pemrograman ke arah paradigma berorientasi objek.

HTML

            HyperText Markup Language (HTML) adalah sebuah bahasa markup yang digunakan untuk membuat sebuah halaman web, menampilkan berbagai informasi di dalam sebuah Penjelajah web Internet dan formating hypertext sederhana yang ditulis kedalam berkas format ASCII agar dapat menghasilkan tampilan wujud yang terintegerasi. Dengan kata lain, berkas yang dibuat dalam perangkat lunak pengolah kata dan disimpan kedalam format ASCII normal sehingga menjadi home page dengan perintah-perintah HTML. Bermula dari sebuah bahasa yang sebelumnya banyak digunakan di dunia penerbitan dan percetakan yang disebut dengan SGML (Standard Generalized Markup Language), HTML adalah sebuah standar yang digunakan secara luas untuk menampilkan halaman web. HTML saat ini merupakan standar Internet yang didefinisikan dan dikendalikan penggunaannya oleh World Wide Web Consortium[1] (W3C). HTML dibuat oleh kolaborasi Caillau TIM dengan Berners-lee robert ketika mereka bekerja di CERN pada tahun 1989 (CERN adalah lembaga penelitian fisika energi tinggi di Jenewa).
  1. Tahun 1980, IBM memikirkan pembuatan suatu dokumen yang akan mengenali setiap elemen dari dokumen dengan suatu tanda tertentu. IBM kemudian mengembangkan suatu jenis bahasa yang menggabungkan teks dengan perintah-perintah pemformatan dokumen. Bahasa ini dinamakan Markup Langiage, sebuah bahasa yang menggunakan tanda-tanda sebagai basisnya. IBM menamakan sistemnya ini sebagai Generalized Markup Language atau GML.
  2. Tahun 1986, ISO menyatakan bahwa IBM memiliki suatu konsep tentang dokumen yang sangat baik, dan kemudian mengeluarkan suatu publikasi ( ISO 8879 ) yang menyatakan markup language sebagai standar untuk pembuatan dokumen-dokumen. ISO membuat bahasa ini dari GML milik IBM, tetapi memberinya nama lain, yaitu SGML ( Standard Generalized Markup Language ).
ISO dalam publikasinya meyakini bahwa SGML akan sangat berguna untuk pemrosesan informasi teks dan sistem-sistem perkantoran. Tetapi diluar perkiraan ISO, SGML dan terutama subset dari SGML, yaitu HTML juga berguna untuk menjelajahi internet. Khususnya bagi mereka yang menggunakan World Wide Web. Versi terakhir dari HTML adalah HTML 4.01, meskipun saat ini telah berkembang XHTML yang merupakan pengembangan dari HTML.

Rabu, 12 Oktober 2011

Web Programming

Pemrograman web diambil dari 2 suku kata yaitu pemrograman dan web. Pemrograman yang dalam bahasa English adalah programming dan diartikan proses, cara, perbuatan program (secara bahasa indonesia) Definisi Web : jaringan komputer yang terdiri dari kumpulan situs internet yang menawarkan teks dan grafik dan suara dan sumber daya animasi melalui protokol transfer hypertext. Orang banyak mengenal web dengan istilah WWW (world wide web), World Wide Web adalah layanan internet yang paling populer saat ini internet mulai dikenal dan digunakan secara luas setelah adanya layanan WWW .

WWW adalah halaman-halaman website yang dapat saling terkoneksi satu dengan lainnya (hyperlink) yang membentuk samudra belantara informasi . WWW berjalan dengan protokol HyperText Transfer Protokol (HTTP). Halaman Web merupakan file teks murni (plain text) yang berisi sintaks-sintaks HTML yang dapat dibuka/ dilihat/ diterjemahkan dengan Internet Browser . Sintaks HTML mampu memuat konten text, gambar, audio, video dan animasi. Kini internet identik dengan web, karena kepopuleran web sebagai standar interface pada lanyanan-layanan yang ada di internet, dari awalnya sebagai penyedia informasi, ini digunakan juga untuk komunikasi dari email sampai dengan chatting, sampai dengan melakukan transaksi binsin (commerce) (Betha Sidik,Ir, Pemrograman web dengan HTML, Informatika Bandung, 2005) Banyak keuntungan yang diberikan oleh Aplikasi berbasis Web dari pada aplikasi berbasis destop, sehingga aplikasi berbasis web telah diadopsi oleh perusahaan sebagai bagian dari strategi teknologi informasinya, karena beberapa alasan :

1. Akses informasi mudah
2. Setup server lebih mudah
3. Informasi mudah didistribusikan
4. Bebas platform, informasi dapat di sajikan oleh browser web pada sistem operasi mana saja karena adanya standar dokumen berbagai tipe data dapat disajikan.